Friday, July 9, 2010

Agama-agama. (Yahudi) Bagian I

Assalamu’alaikum wr.wb.

Pendahuluan.

Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada rasul-Nya yang terakhir, Muhammad saw, beserta sahabat-sahabat dan keluarganya dan orang-orang yang mengikuti sunnahnya.

Pada kesempatan ini saya tergugah untuk mengajak kita bersama mengkaji keberadaan agama-agama besar di dunia. Mudah-mudahan tulisan yang saya turunkan disini dapat berkelanjutan sehingga menjadi ilmu pengetahuan kita yang bermanfaat. Amin ya rabbal Alamin. Dan sebelumnya apabila dalam tulisan ini ada kekurangan dan kekhilafan saya mohon maaf dan segala koreksi yang membangun seperti dalam surah al-Ashr untuk saling mengingatkan dalam kebenaran adalah suatu yang mulia dalam islam. Dan saya pun akan mengedit dan memperbaikinya jika dipandang perlu. Kritik, komentar dan saran dari teman-teman ataupun pertanyaan sesusai tema atau judul yang saya tulis dapat disampaikan dan bisa didiskusikan di sini.

Yahudi

Pada kesempatan (pertama-tama) ini, saya mencoba menulis tentang agama Yahudi. Mungkin timbul pertanyaan mengapa Yahudi menjadi agama pertama yang dibahas? mungkin diantara alasannya yang dapat saya kemukakan di sini adalah karena Yahudi adalah salah satu agama samawi yang lebih tua dari Nasrani dan Islam. Yahudi juga banyak disebut di dalam Al-Quran. Peran Yahudi sebagai Agama maupun suku bangsa begitu banyak mengisi lembaran sejarah manusia dulu dan sekarang. Maka tak heran, saya pun mencoba untuk mengkaji dan mebahasnya terlebih dahulu disini, demikian.

Sebelum memulai membahas agama yahudi, penting kiranya kita mengetahui beberapa kata dan isitilah yang berkaitan erat dengan agama ini diantaranya pengertian Yahudi yang terdiri dari dua pengertian; 1. sebagai bangsa dan 2. sebagai agama.

1. Yahudi sebagai Kaum/bangsa.

Yahudi berasal dari kata “Yehuda” yang merupakan satu dari 12 anak Israel atau nabi Ya’kub. Yehuda mempunyai keturunan yang paling banyak dibandingkan anak- anak atau keturunan nabi Ya’kub lainnya. Dalam perkembangan sejarahnya, semua suku dari keturunan nabi Ya’kub , tanpa memandang warga negara dan tanah air, baik dari nasab Yehuda maupun nasab 11 anak nabi Ya’kub lainnya disebut juga sebagai orang “Yahudi” karena jumlahnya yang mayoritas sehingga mewakili penyebutan untuk keturunan nabi Ya’kub atau bani Israel yang lainnya.
Selanjutnya, “Keturunan” dalam bahasa Arab disebut “bani”. Maka, “bani israel” artinya adalah “keturunan Israel”, atau “keturunan nabi Ya’kub”, atau dapat juga berarti: “suku-suku yang berasal dari nabi Ya’kub a.s”. pada akhirnya Yahudi disamakan dengan Bani Israel, dan Bani Israel (atau Israel saja) juga disebut Yahudi, Israel=yahudi, yahudi=israel, bangsa Yahudi=bangsa israel, dan bangsa Israel=bangsa Yahudi, merujuk kepada pengertiannya sebagai sebuah kaum atau bangsa.

Dalam tulisan lain (misalnya Ahmad Deedat), kata “Yahudi” yang berasal dari kata “Yehuda” yang dekat dengan kata “al-huda” dari bahasa Arab yang artinya petunjuk atau hidayat. Jadi Yehuda dapat juga berarti "al-huda" atau petunjuk dari Tuhan. Bani Israel yang artinya anak-anak atau keturunan Israel atau nabi Ya’kub (Jacob, dalam sebutan inggris) yang berjumlah 12 orang, mereka adalah: Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Zebulon, Isakhar, Dan, Gad, Asyer, Naftali, Yusuf (nabi), dan Benyamin.

Sebagai tambahan dapat disebutkan juga disini bahwa nabi Ya’kub atau Israel adalah anak dari nabi Ishaq. Sementara nabi Ishaq sendiri adalah salah satu anak nabi Ibrahim a.s selain nabi Ismail. Jadi bangsa Yahudi sebenarnya juga keturunan nabi Ibrahim. (Ibrahim-> Ishaq->Ya’kub ->Bani Israel/Yahudi). sementara bangsa Arab juga keturunan nabi Ibrahim dari jalur nabi Ismail as. Dari sini, sesungguhnya bangsa Arab dan Yahudi adalah bersaudara (sepupu), dilihat dari keberadaan nabi Ishaq dan nabi Ismail yang kedua-duanya adalah anak dari nabi Ibrahim a.s, yang dikenal sebagai bapaknya para Nabi, atau abul anbiya.
2. Yahudi Sebagai Agama
To be continue…………
salam,
ds
Silahkan kirim komentarnya di bawah ini...terima kasih.